Question & Answer: Subjek Jual Beli Tanah dan Rumah

Thursday , 01 October 2015

Siapa saja subjek jual beli tanah dan rumah?

Subyek hukum dari persetujuan jual-beli adalah individu (person), yakni penjual dan pembeli. Sedangkan subyek hukum dari badan hukum, dalam persetujuan jual-beli, tidak dapat melakukan hubungan persetujuan jual-beli tanpa penunjukkan kuasa antara badan hukum sebagai pihak penjual dan pembeli.

Untuk penjelasan subyek hukum dalam jual-beli tanah dan bangunannya, dapat diketahui dengan kata kunci seperti di bawah ini:

  1. Penjual/pembeli berhak menjual/membeli hak atas tanah dan rumah;
  2. Penjual/pembeli berwenang melakukan tindakan jual-beli tanah/rumah;
  3. Tanah dan/atau rumah yang tidak dapat atau dilarang dibeli/dijual; dan
  4. Penjual/pembeli melakukan jual-beli tanah/rumah dengan kuasa.

Penjualan/pembelian terhadap tanah/rumah dapat dilakukan dengan kuasa. Kuasa penjualan/pembelian adalah surat yang nyata ditulis dan tegas yang menyatakan kuasa menjual/membeli. Kuasa tertulis haruslah terlegalisasi, atau di hadapan pejabat yang berwenang. Kuasa yang dibuat di luar negeri harus di legislasi oleh kedutaan Indonesia di negara bersangkutan.

Jual beli dapat dinyatakan batal apabila pembeli benar-benar tidak mengetahui bahwa tanah dan/atau rumah yang dibeli adalah bukan milik si penjual. Dengan demikian pembeli dapat memakai alasan untuk menuntut ganti rugi kepada penjual. (Pasal 1471, 1472 KUHPer).

Sebagai tambahan informasi, dasar pengenaan pajak dalam hal jual-beli tanah adalah harga transaksi, yang wajib dibayar sejak tanggal dibuat dan ditandatangani akta. Jual beli hak atas tanah didasarkan pada hukum adat, dan harus memenuhi syarat: terang, tunai, dan riel.

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 171

 

 

Back to top