Question & Answer: Perkawinan Menurut UU Perkawinan

Friday , 05 June 2015

Apa Yang Dimaksud Dengan Perkawinan Dalam UU Perkawinan?

Yang dimaksud Perkawinan dalam UUP adalah ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan sebagai suami-isteri dengan tujuan untuk membentuk keluarga/rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Perkawinan termasuk di dalam Hukum Keluarga yang merupakan bagian dari Hukum Perdata yang mengatur perihal hubungan-hubungan hukum yang timbul dari hubungan kekeluargaan.

Perkawinan sendiri mendapat pengakuan dalam kontitusi yaitu di dalam Pasal 28 (B)(1) Perubahan Kedua UUD 1945 yaitu: “Setiap orang berhak membentuk dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.”

Hukum perkawinan di Indonesia yang berlaku saat ini adalah UU No. 1/1974 tentang Perkawinan di mana hukum perkawinan ini menggantikan hukum perkawinan yang terdapat di dalam Kitab UU Hukum Perdata, Burgelijk Wetboek (Staatsblad 1917 No. 129).

Apa saja syarat-syarat perkawinan di dalam hukum? Berikut dijabarkan di bawah ini:

  1. Perkawinan itu harus didasar atas persetujuan kedua calon mempelai;
  2. Pihak laki-laki harus sudah mencapai umur 19 tahun, sedangkan pihak perempuan harus sudah mencapai umur 16 tahun;
  3. Setiap orang yang belum mencapai 21 tahun dapat melangsungkan perkawinan jika pengadilan telah memberikan izin berdasarkan permintaan orang yang bersangkutan. Jika tidak mendapat izin dari pengadilan, maka perkawinan harus mendapat izin dari orang tua atau walinya;
  4. Bagi yang beragama Islam: calon isteri, calon suami, wali nikah, 2 orang saksi ijab dan kabul.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 99

Back to top