Question & Answer: Perjanjian Kredit

Thursday , 13 August 2015

Apa yang Dimaksud Dengan Perjanjian Kredit?

Setiap kredit yang telah disetujui dan disepakati antara pemberi kredit dan penerima kredit maka wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian yaitu perjanjian kredit. Pasal 1313 Kitab UU Hukum Perdata (KUHPer) menyebutkan suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.

Dari perjanjian itu timbul suatu hubungan hukum antara dua pihak yang membuatnya yang dinamakan perikatan. Hubungan hukum yaitu hubungan yang menimbulkn akibat hukum yang dijamin oleh hukum atau undang-undang. Apabila salah satu pihak tidak memenuhi hak dan kewajiban secara sukarela, maka salah satu pihak dapat menuntut melalui pengadilan.

Sedangkan yang dimaksud dengan perikatan adalah suatu hubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak lain dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. Pihak yang menuntut sesuatu disebut kreditur sedangkan pihak yang berkewajiban memenuhi tuntutan disebut debitur.

Istilah perjanjian kredit tidak dikenal dalam UU Perbankan itu sendiri. Namun bila ditelaah lebih lanjut, pengertian kredit dalam UU Perbankan tercantum kata-kata persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam. Kata-kata tersebut menegaskan bahwa hubungan kredit adalah hubungan kontraktual (hubungan yang berdasar pada perjanjian) yang berbentuk pinjam-meminjam. Perjanjian kredit itu sendiri mengacu pada perjanjian pinjam-meminjam.

Walaupun perjanjian kredit berakar dari perjanjian pinjam-meminjam, tapi perjanjian kredit berbeda dengan perjanjian pinjam-meminjam dalam KUHPer.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 132

Back to top