Question & Answer: Pengajuan Pengasuhan Anak

Friday , 03 July 2015

Bagaimana prosedur pengajuan pengasuhan anak?

Dalam hal terjadi perceraian, maka pengasuhan anak dapat disepakati oleh orang tua, siapa yang akan bertanggung jawab untuk mengasuh dan memelihara anak. Jika terjadi peselisihan di mana masing-masing pihak menuntut pengasuhan anak, maka permohonan dapat diajukan bersama dengan gugatan cerai atau diajukan secara terpisah. Jika diajukan secara terpisah, sesudah adanya putusan perceraian, maka:

  1. Untuk yang beragama Islam, permohonan diajukan ke Pengadilan Agama tempat isteri tinggal. Kompilasi Hukum Islam menyatakan anak yang belum berumur 12 tahun atau anak yang belum mummayiz, pemeliharaannya dapat jatuh kepada Ibu. Jika anak sudah berumur 12 tahun ke atas maka diserahkan kepada anak apakah akan ikut ibu atau ayahnya;
  2. Untuk yang beragama selain Islam, permohonan diajukan ke Pengadilan Negeri tempat termohon tinggal.

Pemohon adalah pihak yang mengajukan permohonan hak pengasuhan dan pemeliharaan kepada Pengadilan Negeri. Sedangkan Termohon adalah pihak yang dituntut untuk memenuhi permohonan dari Pemohon.

Dalam hal orang tua tidak ada, atau tidak diketahui keberadaannya, atau karena suatu sebab tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya, maka kewajiban dan tanggung jawab di atas dapat beralih kepada:

  1. Salah satu orang tua, saudara kandung atau keluarga sampai derajat ketiga, dapat mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan pengadilan tentang pencabutan kuasa asuh orang tua, atau melakukan tindakan pengawasan apabila terdapat alasan yang kuat untuk itu;
  2. Apabila salah satu orang tua, saudara kandung atau keluarga sampai derajat ketiga, tidak dapat melaksanakan fungsinya, maka pencabutan kuasa asuh orang tua dapat juga diajukan oleh pejabat yang berwenang atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu;

Penetapan pengadilan dapat menunjuk perseorangan atau lembaga pemerintahan/masyarakat untuk menjadi wali bagi yang bersangkutan, yaitu:

  1. Perseorangan yang melaksanakan pengasuhan harus seagama dengan agama yang dianut anak yang akan diasuhnya;
  2. Dalam hal lembaga tersebut berlandaskan agama maka anak yang diasuh harus seagama dengan agama yang menjadi landasan lembaga yang bersangkutan. Dalam hal lembaga tersebut tidak berlandaskan agama maka pelaksanaan pengasuhan anak harus memperhatikan agama yang dianut oleh anak yang bersangkutan. Pengasuhan anak dapat dilakukan di dalam maupun di luar panti.

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 105-106

Back to top