Question & Answer: Obyek Jual Beli Tanah & Rumah

Thursday , 01 October 2015

Apa saja objek jual-beli tanah dan rumah?

Obyek dari persetujuan jual-beli adalah apa yang harus diserahkan dalam persetujuan mestilah suatu benda (zaak). Bertitik tolak dari pengertian benda ialah: segala sesuatu yang dapat dijadikan obyek “harta benda” atau “harta kekayaan” (vermogen). Yang dimaksud di antaranya perusahaan dagang, warisan dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan maksud Pasal 1332 KUHPer yang menjelaskan hanya tanah dan/atau rumah-tanah dan/atau rumah yang bisa diperjual belikan saja, yang dapat dijadikan obyek persetujuan.

Dalam jual-beli tanah dan rumah, yang menjadi obyek jual-beli adalah hak atas tanah dan rumah yang dijual. Artinya yang menjadi obyek jual-beli itu bukan tanah dan rumahnya, tetapi hak atas tanah dan rumah. Yang menjadi pokok jual-beli adalah obyek hak mana yang dijual? Apakah hak atas tanah atau hak atas rumah? Atau kedua-dua nya? Misalnya Tuan A menjual hak milik atas tanah, dan Tuan B menjual HGB atas tanah itu. Jual-beli dapat terjadi di atas satu tanah, namun obyek dari jual beli tersebut adalah tanah dan bangunan.

Obyek menurut UU Pokok Agraria, menerangkan beberapa hak antara lain: Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dapat dilakukan peralihan hak dengan cara jual-beli. Kecuali Hak Milik yang diberikan kepada transmigran, dan juga tanah wakaf, tidak dapat diperjual-belikan.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 171

 

Back to top