Question & Answer: Mengajukan Gugatan Cerai

friday 05 june 2015 at 15h03

Bagaimana cara mengajukan gugatan perceraian?

Sebelum mengajukan gugatan perceraian, pasangan yang akan mengajukan gugatan tersebut harus memahami bahwa gugatan yang diajukan telah memenuhi syarat-syarat alasan perceraian yang telah dijabarkan pada Q&A minggu lalu. Suami/Istri yang akan mengajukan gugatan perceraian dapat mewakili dirinya sendiri di pengadilan atau mewakilkan kepada advokat/kuasa hukum. Setelah itu, Suami/Istri yang akan mengajukan perceraian dapat mempersiapkan gugatan perceraian dengan alasan-alasan sebagaimana disebutkan sebelumnya. Di dalam gugatan, juga dapat dimasukkan tuntutan pengasuhan anak, harta gono-gini, dll. Gugatan yang terlah dibuat, dapat diajukan kepada:

Untuk yang beragama Islam:

  1. Gugatan diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah tempat tinggal penggugat (isteri) kecuali penggugat dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin tergugat;
  2. Bila penggugat bertempat tinggal di luar negeri, gugatan diajukan kepada pengadilan di daerah tempat tinggal tergugat; dan
  3. Bila anda dan suami/istri tinggal di luar negeri, gugatan diajukan kepada pengadilan di daerah tempat perkawinan dilangsungkan atau ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Untuk yang beragama selain Islam:

  1. Gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri di wilayah tempat tinggal tergugat;
  2. Bila tempat tinggal tergugat tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat tinggal tetap, gugatan diajukan ke pengadilan di daerah tempat tinggal penggugat; dan
  3. Bila tergugat tinggal di luar negeri, gugatan diajukan kepada pengadilan di daerah tempat tinggal penggugat; ketua pengadilan akan menyampaikan permohonan cerai tersebut kepada penggugat melalui perwakilan RI setempat.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan saat mengajukan gugatan perceraian adalah sebagai berikut:

  1. Gugatan yang telah dibuat ditandatangani di atas materai dan dibuat rangkap 5;
  2. Gugatan tersebut didaftarkan di kepaniteraan perdata Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama yang berkompeten;
  3. Saat mendaftarkan gugatan, Anda diharuskan membayar biaya berperkara. Dalam praktiknya, biaya ini akan berbeda-beda di setiap Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama;

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 100-101

Back to top