Question & Answer: Membuat Aduan/Laporan

Monday , 04 May 2015

Siapa Pihak yang Berhak Mengadu atau Melapor?

Berdasarkan definisi pengaduan dari ketentuan Pasal 1 (25) KUHAP sebagaimana telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pihak yang dapat/berhak membuat pengaduan/mengadu adalah pihak yang memiliki kepentingan. Biasanya pihak yang memiliki kepentingan di sini adalah pihak korban atau keluarga korban, oleh karenanya pengaduan selalu disertai dengan permintaan agar terhadap pelaku dapat dilakukan tindakan-tindakan hukum. Dalam praktik hukum pengadu dapat disebut juga sebagai “saksi pelapor”.

Sedangkan berdasarkan definisi laporan dari ketentuan Pasal 1(24) KUHAP, dapat disimpulkan bahwa pihak yang berhak untuk membuat laporan adalah pihak yang memiliki hak dan kewajiban secara hukum atau menurut UU. Pihak yang memiliki hak dan kewajiban secara hukum atau menurut UU, yaitu setiap warga masyarakat (dalam hal ini di luar korban), organisasi masyarakat, organisasi politik, Lembaga Swadaya Masyarakat, bahkan instansi pemerintahan terkait.

Sebagaimana disepakati bahwa secara formil (dalam prakteknya) pengaduan dan laporan memiliki kesamaan, sehingga dapat disimpulkan secara sederhana bahwa pihak-pihak yang dapat mengadu atau melapor, antara lain:

  1. Seseorang atau masyarakat yang menjadi korban atau keluarganya;
  2. Organisasi masyarakat;
  3. Organisasi politik;
  4. Lembaga Swadaya Masyarakat, sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya;
  5. Instansi pemerintah terkait.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 62-63

Back to top