Question & Answer: Kekerasan Terhadap Perempuan

Friday , 03 July 2015

Apa saja bentuk dan ruang lingkup kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan?

Sebelumnya, yang dimaksud dengan lingkup rumah tangga adalah meliputi:

  1. Suami, isteri, dan anak;
  2. Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan orang sebagaimana dimaksud pada angka (1), karena hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang menetap dalam rumah tangga; dan/atau
  3. Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap dalam rumah tangga tersebut.

Bentuk tindak kekerasaan terhadap perempuan di dalam lingkup rumah tangga yaitu:

  1. Kekerasan fisik, yaitu perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat;
  2. Kekerasan psikis, yaitu perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang;
  3. Kekerasan seksual, yaitu perbuatan yang berupa pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan hubungan seksual dengan cara yang tidak wajar dan/atau tidak disukai, pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu;

Penelantaran rumah tangga meliputi dua tindakan, yaitu:

  1. Orang yang mempunyai kewajiban secara hukum atau karena pesetujuan atau perjanjian memberikan kehidupan, perawatan atau pemerliharaan kepada orang tersebut dalam lingkup rumah tangga namun tidak melaksanakan kewajibannya tersebut;
  2. Setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasai dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam dan di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 105-106

Back to top