Question & Answer: Hukum Waris

Friday , 05 June 2015

Apa yang dimaksud dengan hukum waris?

Pengertian hukum waris menurut kompilasi hukum Islam adalah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak pemilikan harta peninggalan pewaris, menentukan siapa-siapa yang berhak menjadi ahli waris dan berapa bagiannya masing-masing. Di indonesia terdapat aneka Hukum Waris yang berlaku bagi warga negara Indonesia, yaitu:

  1. Hukum Waris Barat. Hukum waris barat berlaku untuk non-Islam dan diatur di dalam Buku Kedua tentang Kebendaan Kitab UU Hukum Perdata (KUH-Per). KUHPer telah membagi para waris itu dalam 3 golongan yaitu: (i) Anak dan Isteri/Suami; (ii) Orang Tua dan Saudara; (iii) Lain-lain mulai dari Paman/Bibi/Saudara Sepupu. Prinsip pembagian warisan dalam hukum waris Barat adalah persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, sehingga pembagian warisan dibagi rata, termasuk di dalamnya janda yang mempunyai hak sama dengan ahli waris yang lain.
  2. Hukum Waris Islam. Hukum Waris Islam diatur di dalam pasal 171-214 Kompilasi Hukum Islam. Penggolongan/Kelompok Ahli Waris di dalam Hukum Islam dibagi dalam 2 kelompok yaitu: (i) menurut hubungan darah yang terdiri dari golongan laki-laki dan golongan perempuan; (ii) menurut hubungan perkawinan yang terdiri dari duda atau janda. Di dalam hukum Waris Islam, laki-laki mendapat dua bagian dan perempuan mendapat satu bagian dari harta warisan.
  3. Hukum Waris Adat, dimana di dalam hukum adat di Indonesia, seorang anak perempuan hanya mendapat separo dari bagian anak laki-laki. Di jawa adat tersebut disebut “sepikul-segendong”. Warisan di suku Batak hanya anak laki-laki mempunyai hak atas waris orang tuanya, sedangkan anak perempuan tidak berhak menerima waris. Dalam praktek, anak laki-laki mempunyai kewajiban untuk membiayai pendidikan saudara perempuan atau memberikan sebidang tanah yang bukan berasal dari waris orang tuanya.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 100-101

Back to top