Question & Answer: Hak Perempuan di dalam Perceraian

Friday , 05 June 2015

Apa saja alasan perceraian yang diterima di mata Hukum? Apa saja hak-hak Perempuan di dalam perceraian tersebut?

Suami atau istri berhak mengajukan perceraian apabila disertai dengan alasan-alasan yang jelas secara hukum, sebagai berikut:

  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
  2. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain 2 tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya;
  3. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain;
  5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri; dan
  6. Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Kemudian apa saja hak-hak perempuan di dalam sebuah perceraian? Di dalam gugatan tersebut perempuan dapat menuntut hak-hak sebagai berikut:

  1. Hak pemeliharaan dan pengasuhan anak;
  2. Nafkah isteri;
  3. Mud’ah (hadiah yang diberikan suami kepada isteri sebagai kenang-kenangan), khusus agama Islam;
  4. Nafkah anak; dan
  5. Harta bersama (gono gini) adalah harta benda yang diperoleh selama perkawinan.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 100-101

Back to top