Question & Answer: Hak Membuka Hutan dan Hak Mengambil Hasil Hutan?

Thursday , 13 August 2015

Apa yang dimaksud dengan Hak Membuka Hutan dan Hak Mengambil Hasil Hutan?

UU No. 41/1999 tentang Kehutanan (UU Kehutanan), menyebutkan hutan berdasarkan statusnya terdiri dari:

  1. Hutan Negara; dan
  2. Hutan Hak.

Membuka hutan dapat diartikan sma dengan mengelola hutan dalam arti luas, karena maksud dari pengelolaan hutan menurut Pasal 21 Huruf (b) berkenaan dengan pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan. Hutan yang secara simultan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat adalah hutan yang tidak masuk dalam hutan kawasan, seperti: hutan lindung, suaka, dan hutan konservasi.

UU Kehutanan Pasal 67 berbunyi: “Masyarakat hukum adat berhak untuk melakukan pemungutan hasil hutan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat adat yang bersangkutan”.

Pasal 86 (2) Huruf (a) berbunyi: “Masyarakat berhak memanfaatkan hutan dan hasil hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Peraturan Pemerintah No. 34/2002 tentang Tata Hutan dan Penyususan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan, menerngkan pada Pasal 1 (7), (8) dan (9), sebagai berikut: “Pemanfaatan dan pemungutan hasil hutan kayu dan atau bukan kayu adalah segala bentuk kegiatan untuk mengambil hasil hutan berupa kayu, dan atau bukan kayu dengan tidak merusak lingkungan dan tidak mengurangi fungsi pokok hutan”.

  

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 167

Back to top