Question & Answer: Fungsi dan Manfaat Serikat Buruh

Wednesday , 07 October 2015

Apa itu Serikat Buruh dan apa fungsi dan manfaat dari Serikat Buruh?

Serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan. Serikat buruh haruslah memiliki sifat yang bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela, melindungi hak dan kepentingan buruh serta meningkatkan kesejahteraan buruh dan keluarganya. Buruh diberikan kebebasan untuk mendirikan, ikut atau tidak ikut dalam sebuah serikat buruh. Kebebasan dan pembentukan organisasi serikat buruh dijamin oleh UU No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Organisasi serikat buruh terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu sebagai berikut:

  1. Serikat Buruh. Serikat Buruh didirikan oleh minimal 10 orang dengan memiliki azas yang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Federasi Serikat Buruh. Federasi Serikat Buruh merupakan gabungan dari sekurang-kurangnya 5 serikat buruh. Federasi Serikat Buruh memiliki anggota sekurang-kurangnya sekitar 50 orang.
  3. Konferensi Serikat Buruh. Konferensi Serikat Buruh merupakan gabungan dari sekurang-kurangnya 3 Federasi Serikat Buruh. Konfederansi Serikat Buruh memiliki anggota sekurang-kurangnya 150 orang.

Fungsi dan manfaat Serikat Buruh adalah seperti yang terurai di bawah ini, yaitu:

  1. Sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial;
  2. Sebagai wakil pekerja/buruh dalam lembaga kerja sama dibidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya;
  3. Sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  4. Sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya;
  5. Sebagai perencana, pelaksana, dan penanggung jawab pemogokkan pekerja/buruh sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku;
  6. Sebagai wakil pekerja/buruh dalam memperjuangkan kepemilikan saham dalam perusahaan; dan
  7. Mewakili buruh dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.

Dalam penerimaan anggota, serikat buruh harus terbuka dalam artian tidak boleh membedakan aliran politik, agama, suku bangsa, dan jenis kelamin. Seorang buruh tidak dapat menjadi anggota dari 2 serikat buruh sekaligus.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 188

Back to top