Question & Answer: Fungsi Advokat Dalam Penanganan Hukum

Monday , 04 May 2015

Apa fungsi Advokat dalam membantu penanganan hukum?

 Penanganan hukum akan sangat bermanfaat apabila dibantu oleh orang yang memahami hukum dan menjunjung tinggi rasa keadilan. Pilihlah seseorang atau badan yang dapat dipercaya, jujur, yang telah dikenal dengan baik perjalanan hidupnya atau perjuangannya dalam bidang hukum. Jauhilah seseorang atau badan yang mentolerir segala jenis pemberian yang tidak ada dasar hukumnya.

Kegunaan dari Advokat selaku penasehat hukum bagi seseorang yang sedang terlibat kasus hukum, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Pelaksanaan hak-hak konstitusional

Di dalam UUD 1945 Pasal 27 (1) dinyatakan segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Karena dalam masyarakat terdapat kedudukan sosial dan ekonomi, terdapat ketidakadilan pelaksanaan jaminan “bersama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” (equality before law), perlu diimbangi dengan bantuan kepada orang-orang yang kurang mampu, baik dari sudut ekonomi pengetahuan, dan apalagi mereka terlebih bagi korban ketidakadilan atau perlakuan kurang adil.

  • Sebagai jembatan atas hukum besi hukum: “Hukum berlaku bagi semua orang tanpa kecuali”

Keterbatasan pengertian dan pengetahuan hukum yang terurai di dalam undang-undang belum semua orang memilkinya dengan tepat dan benar. Terlebih bagi orang yang “buta hukum”, sehingga advokat yang telah mempelajari hukum secara khusus atau profesional, memiliki kelebihan untuk memberi bantuan dengan tepat.

  • Sebagai upaya standarisasi pelaksanaan fungsi dan peran penegakkan hukum dari Advokat

Advokat wajib memberikan advis yang tepat untuk menghindari ketidakadilan. Adakalanya, korban yang tidak tahu dan tidak mengerti, seringkali tunduk atau patuh atas apa yang diucapkan kepada mereka, tanpa menyadari bahwa itu tepat atau tidak. Paling tidak, Advokat harus bisa mengupayakan memberikan kesatuan atau tafsiran jika ada pandangan hukum yang selama ini disalah mengertikan.

 

YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 48-49

Back to top