Question & Answer: Budaya Hukum

Friday , 06 February 2015

Apakah budaya mempengaruhi operasi hukum?

Para pengendara kendaraan yang berhenti sesuai aturan pada saat lampu lintas menyala merah dan pada saat itu tidak petugas lalu lintas, sudah menjadi kejadian yang sulit ditemui. Budaya sekedar takut dengan aturan atau petugas hukum menyebabkan kemacetan jika tidak ada petugas yang mengawasi atau ketika lampu lalu lintas mati. Persimpangan jalan-jalan menjadi semerawut. Para pengendara kendaraan patuh terhadap lampu lalu lintas bukan karena kesadaran, namun karena takut dengan aturan.

Jika dikatakan apakah budaya mempengaruhi operasi hukum maka bisa dikatakan, ya, budaya amat mempengaruhi operasi hukum itu sendiri. Budaya menyebabkan sejumlah ketentuan hukum sama sekali tidak bisa dijalankan. Budaya juga menyebabkan penerapan ketentuan hukum tidak bisa sepenuhnya, atau tidak bisa diberlakukan sama pada setiap pelanggaran. Contoh lain adalah aturan mengenai larangan membawa senjata tajam tanpa izin. Peraturan tersebut tidak bisa diberlakukan pada petani di pedalaman Kalimantan yang menjadikan kebiasaan Mandau (sejenis golok khas Kalimantan) sebagai budaya mereka. Mandau adalah alat vital bagi keperluan sehari-hari. Polisi juga tidak mudah melakukan penyidikan atas pelanggaran pidana di kampung-kampung, karena keluarga korban dan pelaku lebih suka menyelesaikan kasusnya lewat jalan musyawarah.

Source: YLBHI dan AusAID. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: Sentralisme Production. 2006. 8

Back to top